Jumat, 25 Maret 2011

STRATIFIKASI DAN INTERAKSI SOSIAL

STRATIFIKASI DAN INTERAKSI SOSIAL

MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester Mata Kuliah
Sosiologi dan Antropologi

Dosen: Ichas Hamid, M. Pd.





Disusun Oleh :
Frisma Wijaya (0802107)
Kartika Meilya (0801721)
Sri Dewi Azizah (0802109)

Konsentrasi IPA/ VI B



PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
KAMPUS CIBIRU
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2011
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Stratifikasi Sosial dan Interaksi Sosial. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sosiologi dan Antropologi. Dilihat dari realitas yang ada tentang kurangnya pemahaman masyarakat tentang budaya dan bermasyarakat khususnya tentang ineraksi sosial
Dalam membuat makalah ini, banyak pihak yang telah memberikan bantuan, bimbingan dan dorongan. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.
Penulis menyadari bahwa makalah yang disusun ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun penulis harapkan. Namun penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.

Bandung, 2 Maret 2011

Penulis











DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Makalah 2
D. Kegunaan Makalah 2
E. Sistematika Penulisan 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Stratifikasi Sosial 4
1. Pengertian Stratifikasi Sosial 4
2. Terjadinya Stratifikasi Sosial 4
3. Unsur-unsur Stratifikasi Sosial 5
4. Dasar-dasar Stratifikasi Sosial 5
5. Sifat-sifat Stratifikasi Sosial 5
6. Macam-macam Stratifikasi Sosial 5
7. Macam-macam Kedudukan Stratifikasi Sosial 6
8. Contoh Stratifikasi Pada Masyarakat Bali 6
B. Interaksi Sosial 7
1. Macam-macam Interaksi Sosial 7
2. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial 8
3. Ciri - Ciri Interaksi Sosial 9
4. Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial 9
5. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 11
B. Saran 11
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).
Masyarakat terdiri dari beragam kelompok-kelompok orang yang ciri-ciri berbeda baik berupa warna kulit, tinggi badan, jenis kelamin, umur, tempat tinggal, kepercayaan agama atau politik, pendapatan atau pendidikan. Pembedaan ini sering kali dilakukan bahkan mungkin diperlukan.
Semua manusia dilahirkan sama seperti yang selama ini kita tahu, melalui pendapat para orang-orang bijak dan orang tua kita atau bahkan orang terdekat kita. Pendapat demikian ternyata tidak lebih dari omong kosong belaka yang selalu ditanamkan kepada setiap orang entah untuk apa mereka selalu menanamkan hal ini kepada kita.
Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari, kenyataan itu adalah ketidaksamaan. Beberapa pendapat sosiologis mengatakan dalam semua masyarakat dijumpai ketidaksamaan di berbagai bidang misalnya saja dalam dimensi ekonomi: sebagian anggota masyarakat mempunyai kekayaan yang berlimpah dan kesejahteraan hidupnya terjamin, sedangkan sisanya miskin dan hidup dalam kondisi yang jauh dari sejahtera. Dalam dimensi yang lain misalnya kekuasaan: sebagian orang mempunyai kekuasaan, sedangkan yang lain dikuasai. Suka atau tidak suka inilah realitas masyarakat, setidaknya realitas yang hanya bisa ditangkap oleh panca indera dan kemampuan berpikir manusia. Pembedaan anggota masyarakat ini dalam sosiologi dinamakan startifikasi sosial.
Seringkali dalam pengalaman sehari-hari kita melihat fenomena sosial seperti seseorang yang tadinya mempunyai status tertentu di kemudian hari memperoleh status yang lebih tinggi dari pada status sebelumnya. Hal demikian disebut mobilitas sosial. Sistem Stratifikasi menuruf sifatnya dapat digolongkan menjadi straifikasi terbuka dan stratifikasi tertutup, contoh yang disebutkan diatas tadi merupakan contoh dari stratifikasi terbuka dimana mobilitas sosial dimungkinkan.
Suatu sistem stratifikasi dinamakan tertutup manakala setiap anggota masyarakat tetap pada status yang sama dengan orang tuanya, sedangkan dinamakan terbuka karena setiap anggota masyarakat menduduki status berbeda dengan orang tuanya, bisa lebih tinggi atau lebih rendah.
Stratifikasi sosial digunakan untuk menunjukan ketidaksamaan dalam masyarakat manusia. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa banyak dimensi dalam stratifikasi sosial akan tetapi tidak semua dimensi akan ditulis dalam makalah ini mengingat keterbatasan pengetahuan saya soal hal ini. Namun beberapa stratifikasi yang menurut saya penting akan saya tuliskan.

B. Rumusan masalah
Dalam makalah ini, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari stratifikasi dan interaksi sosial?
2. Apa jenis-jenis dari stratifikasi dan interaksi sosial?
3. Bagaimana terjadinya stratifikasi sosial?
4. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi interaksi sosial?

C. Tujuan Penulisan
Sejalan dengan rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan segala sesuatu yang berkenaan dengan stratifikasi sosial dan interaksi sosial.
D. Kegunaan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan dan manfaat bagi:
1. Penulis, sebagai wahana penambahan pengetahuan dan konsep keilmuan
khususnya tentang budaya dan masyarakat.
2. Pembaca/ guru, sebagai media informasi tentang ilmu budaya dan masyarakat pada saat ini.

E. Sistematika Penulisan
Dalam makalah ini di bagi kedalam tiga bab. Bab I pendahuluan berisi tentang latar belakang, tujuan dan sistematika penulisan. Bab II pembahasan yang mencakup pengertian, terjadinya, unsur-unsur, dasar-dasar, sifat-sifat, macam-macam, contoh stratifikasi sosial dan pengertian, macam-macam, bentuk-bentuk, ciri-ciri, syarat-syarat dan faktor-faktor interaksi sosial. Bab III Pada bab terakhir yaitu bab IV terdapat kesimpulan dan saran.
























BAB II
PEMBAHASAN

A. Stratifikasi Sosial
1. Pengertian Stratifikasi Sosial
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Adapun pengertian stratifikasi menurut para ahli adalah :
a. Pitirim A. Sorokin, stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
b. Drs. Robert M.Z. Lawang, stratifikasi adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
c. P.J. Bouman, Stratifikasi sosial adalah golongan manusia dengan ditandai suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa yang tertentu dan karena itu menuntut gengsi kemasyarakatan.
d. Soerjono Soekanto, Stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertikal.
e. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, Stratifikasi sosial adalah sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.

2. Terjadinya Stratifikasi Sosial
Ada dua hal yang menyebabkan terjadinya stratifikasi, yaitu :
a. Dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat
Contoh: Kepandaian, senior, tingkat umur, harta dll
b. Dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama
Contoh: Sistem kepangkatan PNS, ABRI, feodal dll

3. Unsur-unsur stratifikasi sosial
a. Kedudukan (Status)
Yaitu kedudukan sebagai tempat posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial
b. Peranan (Role)
Yaitu peranan merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan
4. Dasar-dasar stratifikasi sosial
Bibit yang menumbuhkan straifikasi yaitu barang yang dihargai misalnya :
a. Uang
b. Harta
c. Tanah
d. Kekuasaan
e. Ilmu pengetahuan
5. Sifat-sifat Stratifikasi
a. Bersifat Tertutup
Yaitu membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain, baik gerak keatas maupun gerak kebawah bila akan menjadi anggota biasanya berdasarkan kelahiran (contoh : kasta dalam agama hindu, sistem feodal, sistem rasial).
b. Bersifat Terbuka (Open stratification)
Yaitu setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan, atau bagi mereka yang tidak beruntung untuk jatuh dari lapisan atas ke lapisan bawahnya.
6. Macam-macam atau Jenis-jenis Stratifikasi
Macam-Macam/ Jenis-Jenis Stratifikasi Sosial :
a. Stratifikasi Sosial Tertutup
Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah. Contoh stratifikasi sosial tertutup yaitu seperti sistem kasta di India dan Bali serta di Jawa ada golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Tidak mungkin anak keturunan orang biasa seperti petani miskin bisa menjadi keturunan ningrat / bangsawan darah biru.
b. Stratifikasi Sosial Terbuka
Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.Misalnya seperti tingkat pendidikan, kekayaan, jabatan, kekuasaan dan sebagainya. Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tinggi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik dengan sekolah, kuliah, kursus dan menguasai banyak keterampilan sehingga dia mendapatkan pekerjaan tingkat tinggi dengan bayaran / penghasilan yang tinggi.
7. Macam-macam Kedudukan Stratifikasi Sosial
a. Ascribed status
Yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan.
Contoh : kedudukan berdasarkan kasta/feodalis
b. Acchieved status
Yaitu kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan sengaja.
Contoh : pendidikan
c. Assigned status
Yaitu kedudukan yang diberikan kepada tokoh masyarakat/orang yang berjasa.
8. Contoh Stratifikasi pada Masyarakat Bali
a. Menurut garis keturunan laki-laki dapat kita lihat pada gelar nama yang dipakai
b. Kasta Brahmana Ida Bagus
c. Kasta Satria Tjokorda, Dewa Ngahan
d. Kasta Vesia Bagus, Ida Gusti, Gusti
e. Kasta Sudra Pande.Kban, Pasek
B. Interaksi Sosial
Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok”. Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial”.
“Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai, menghargai, dan saling mendukung” (Siagian, 2004, p. 216).
Berdasarkan definisi di atas maka, penulis dapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.
1. Macam-macam interaksi Sosial
Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
a. Interaksi antara individu dan individu
Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).
b. Interaksi antara individu dan kelompok
Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya.
c. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok
Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.

2. Bentuk - Bentuk Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu :
a. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif
Interaksi sosial yang bersifat asosiatif yakni mengarah kepada bentuk-bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti :
1) Kerja sama
Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
2) Akomodasi
Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
3) Asimilasi
Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
4) Akulturasi
Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
b. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk pertentangan atau konflik seperti:
1) Persaingan
Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
2) Kontravensi
Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang - terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
3) Konflik
Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
3. Ciri - Ciri Interaksi Sosial
Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri - ciri interaksi sosial, antara lain:
a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial
c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu
4. Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu:
a. Kontak sosial
Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing - masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.
b. Komunikasi
Maksud dari komunikasi tersebut adalah berhubungan langsung dengan orang lain.
5. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial
Interaksi sosial terbentuk oleh factor – factor berikut ini :
a. Tindakan Sosial
Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial misalnya : Seorang pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara diam-diam. Menurut MAX WEBER , tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu – individu lainnya dalam masyarakat . Tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu :
1) Tindakan Rasional Instrumental : Tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan . Contoh : Bekerja Keras untuk mendapatkan nafkah yang cukup .
2) Tindakan Rasional Berorientasi nilai : Tindakan – Tindakan yang berkaitan dengan nilai – nilai dasar dalam masyarakat . Contoh : Tindakan –Tindakan yang bersifat Religio – magis .
3) Tindakan Tradisional ; Tindakan yang tidak memperhitungkan pertimbangan Rasional . Contoh : Berbagai macam upacara \ tradisi yang dimaksudkan untuk melestarikan kebudayaan leluhur .
4) Tindakan Ofektif : Tindakan – Tindakan yang dilakukan oleh seorang \ kelompok orang berdasarkan perasaan \ emosi
b. Kontak Sosial
Dalam kehidupan sehari-hari kontak sosial dapat dilakukan dengan cara:
1) Menurut cara berkomunikasi
a) Kontak Langsung: Pihak komunikator menyampaikan pesannya secara langsung kepada pihak komunikan.
b) Kontak Tidak Langsung : Pihak komunikator menyampaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara pihak ketiga.
2) Kontak Sosial yang dilakukan menurut terjadinya proses komunikasi. Ada 2 macam kontak sosial:
a) Kontak Primer
b) Kontak Sekunder
c. Komunikasi Sosial
Komunikasi artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut komunikator, orang yang menerima komunikasi disebut komunikan. Tidak selamanya kontak sosial akan menghasilkan interaksi sosial yang baik apabila proses komunikasinya tidak berlangsung secara komunikatif.
Contoh : Pesan yang disampaikan tidak jelas, berbelit – belit, bahkan mungkin sama sekali tidak dapat dipahami.
• Bentuk-bentuk interaksi yang mendorong terjadinya lembaga, kelompok dan organisasi sosial:
1) Bentuk Interaksi sosial menurut jumlah pelakunya.
a) Interaksi antara individu dan individu
Individu yang satu memberikan pengaruh, rangsangan/stimulus kepada individu lainnya. Wujud interaksi bisa dalam dalam bentuk berjabat tangan, saling menegur, bercakap-cakap/mungkin bertengkar.
b) Interaksi antara individu dan kelompok
Bentuk interaksi antara individu dengan kelompok. Misalnya: Seorang ustadz sedang berpidato didepan orang banyak. Bentuk semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok .
c) Interaksi antara Kelompok dan Kelompok
Bentuk interaksi seperti ini berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain. Contoh : Satu Kesebelasan Sepak Bola bertanding melawan kesebelasan lain.
2) Bentuk Interaksi Sosial Menurut Proses Terjadinya:
a) Imitasi
Imitasi adalah pembentukan nilai melalui dengan meniru cara- cara orang lain. Contoh : Seorang anak sering kali meniru kebiasan – kebiasan orang tuanya.
b) Identifikasi
Identifikasi adalah menirukan dirinya menjadi sama dengan orang yang ditirunya.
Contoh : Seorang anak laki – laki yang begitu dekat dan akrab dengan ayahnya suka mengidentifikasikan dirinya menjadi sama dengan ayahnya.
c) Sugesti
Sugesti dapat diberikan dari seorang individu kepada kelompok, kelompok kepada kelompok, kelompok kepada seorang individu.
Contoh : Seorang remaja putus sekolah akan dengan mudah ikut-ikutan terlibat kenakalan tanpa memikirkan akibatnya kelak.
d) Motivasi
Motivasi juga diberikan dari seorang individu kepada kelompok. Contoh : Pemberian tugas dari seorang guru kepada muridnya merupakan salah
satu bentuk motivasi supaya mereka mau belajar dengan rajin dan penuh rasa tanggung jawab.
e) Simpati
Perasaan simpati itu bisa juga disampaikan kepada seseorang/ kelompok orang atau suatu lembaga formal pada saat-saat khusus. Misalnya apabila perasaan simpati itu timbul dari seorang perjaka terhadap seorang gadis / sebaliknya kelak akan menimbulkan perasaan cinta kasih / kasih sayang.
f) Empati
Empati itu dibarengi perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contoh jika kita melihat orang celaka sampai luka berat dan orang itu kerabat kita, maka perasaan empati menempatkan kita seolah-olah ikut celaka.























BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok”. Macam-Macam / Jenis-Jenis Stratifikasi Sosial dibagi menjadi dua yaitu stratifikasi sosial tertutup yaitu stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah dan stratifikasi sosial terbuka yaitu sistem stratifikasi di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.
Macam-macam interaksi sosial terbagi menjadi tiga bagian yaitu interaksi antara individu dan individu, interaksi antara individu dan kelompok, interaksi sosial antara kelompok dan kelompok. Selain itu kita juga perlu tahu tentang bagaimana terjadinya stratifikasi sosial dimana stratifikasi sosial ini terjadi dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat dan terjadi dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama. Interaksi sosial juga bisa terbentuk oleh tiga faktor seperti tindakan sosial, kontak sosial dan komunikasi sosial.
B. Saran
Sejalan dengan kesimpulan diatas, penulis merumuskan saran sekalipun dalam masyarakat terdapat suatu stratifikasi sosial, kita sebagai masyarakat yang memiliki rasa empati tetap tidak boleh membeda-bedakan antara manusia satu dengan yang lainnya karena manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa hidup seorang diri tanpa bantuan orang lain, sehingga kita perlu berinteraksi dengan manusia yang lain.
DAFTAR PUSTAKA

Adityo, Aryo. (2008). Stratifikasi Sosial. [Online]. Tersedia:http://arioadityo.multiply.com/journal/item/7/Stratifikasi_Sosial. [28 Februari 2011]


Effendi, Ridwan dan Malihah, Elih. (2007). Pendidikan Lingkungan Sosial, Budaya dan Teknologi. Bandung: CV. Yasindo Multi Aspek


Norrahman, Fetriyan. (2010). Pengertian Stratifikasi menurut Para Ahli. [Online]. Tersedia:http://www.zimbio.com/member/fetriyan/articles/5asGkbg4jgq/Pengertian+Stratifikasi+Sosial+Menurut+Para. [28 Februari 2011].

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar